Sunday, April 29, 2012

The Memories of 4th June 2006

Malam panjang nan indah aku lalui tanpa hadirmu disisiku.
Hanya bayangmu yang selalu setia menemani hatiku dalam senang dan sedih.
Andai malam ini aku dapat menikmati indahnya bulan dan bintang bersama dirimu,
Kan ku berikan semua kenangan indahku tuk dirimu selamanya..

Tiada kehangatan malam tanpa berselimut cinta dan kasih sayang.
Kerinduan yang selalu terbayang akan wajah manismu terus menghantui,
Dalam setiap langkah dan denyut nadiku.
Biarlah pesona dewi mimpi yang menemaniku dalam setiap mimpi indahku..

Gelapnya malam kian mencekam hatiku.
Andai saja aku dapat hadir dalam mimpi indahmu,
Aku kan bawa kau terbang melayang,
Menelusuri surga cinta dewi cuvid.
Namun aku tiada daya, hati tak mungkin bersatu,
Dan selamanya tak akan pernah bersatu.
aku hanya bisa berharap dan berharap..

Dalam gelapnya malam, sungguh terasa dingin bersama alunan lagu,
Dan tarian rintik hujan.
Namun bayang wajahmu mampu memberiku kehangatan,
Dalam setiap detak jantungku.
Dalam helai nafasku.
Semoga dewi mimpi menemani tidur malammu,
Dalam keindahan beersamaku..

Disaat malam menjelang, hatiku seakan hampa tanpa dirimu.
Dan dalam kegelapan malam, hanya ada namamu yang menerangi hatiku.
Bayang wajahmu menemani dalam mimpi indahku.
Walaupun semua harap dan citaku tak mungkin aku dapatkan,
Bawalah aku dalam tidur malammu..

Dikala sang surya sanding di ufuk barat.
Hatiku hampa tiada terasa.
Namun ruang jiwaku tertaut akan wajah cantikmu.
Andai aku bisa, kan ku bawa bulan bintang dalam mimpi indahmu.
Bersama mengarungi indahnya surga cinta abadi selamanya..

Panasnya terik mentari yang menyelimuti hatiku,
Kini kian terasa saat aku sendiri.
Namun hanya ruang semu yang setia menemaniku.
Mengharap datangnya penyejuk jiwa,
Yang mampu memberi ketulusan dan memadamkan,
Api gejolak dalam hati.
Namun yang aku dapatkan hanyalah mimpi.., mataku engga

Kala sang surya tenggelam di ufuk barat,
Hatiku terasa hampa menanti kehadiranmu disisiku.
Tiada daya dan upaya untuk meraihnya.
Andai aku bisa, kan kubawaakn bulan dan bintang,
Dalam merajut malammu,
Tuk gapai mimpi indahmu bersamaku selamanya..

Kala mentari berhenti bersinar,
Menunduk tenggelam di ufuk barat.
Hatiku kian berat melepas rasa yang selalu menghantui,
Dalam setiap langkah dan nafasku.
Rindu yang selalu setia menemaniku akan bayang wajahmu tuk bersatu.
Penantian yang tak mungkin aku dapatkan..

Di malam yang panjang terasa dingin.
Semilir angin sepoi dan cemercik rintihan hujan menemaniku malam ini.
Penantian panjang aku rasakan dalam hidupku mengharap kehadiranmu disisiku.
Tidurlah bersama dewi malam yang memberikan mimpi indahmu..

Dalam penantian malam yang sunyi dan dingin ini.
Aku meratap disudut kamar sendiri.
Bayang wajahmu mampu menerangiku dalam gelapnya lereng curam kehancuran.
Kian terasa jelas riak rindu menyelimuti dan menghantui dalam hatiku..

Kemunafikan kian mencekam.
Tiada rasa salah sedikitpun dalam hati.
Entah sampai kapan semua ini kan berlalu.
Andaikata maaf tergores dalam sebuah kata, pasti asa pun kan merasa.
Apakah mungkin semua itu terjadi?
Kapan?
Tanyalah hati..

Tak kusangka dan ku duga hatimu tak seprti dulu lagi.
Biarlah aku menanggungnya sendiri.
Tanpa mengharap lagi yang tak pasti.
Memang hati tak seputih salju.
Tiada harapan lagi apa yang selama ini aku nantikan.
Pengertianlah mungkin yang dapat menyatukan hati..

Tak perlu kau lukiskan maafmu padaku.
Tak perlu kau tanyakan apa pun pada bintang yang tak kan bersinar itu.
Walaupun maaf terucap seribu kali,
Tak kan berarti tanpa adanya bukti dan saling pengertian yang tulus dari hati..

Biarlah kenangan berlalu.
Semua cerita tentang kita terpendam jauh tanpa berarti.
Bukalah lembaran baru dalam hidupmu.
Aku hanyalah manusia biasa.
Yang tak mungkin bisa merubah segalanya menjadi sempurna.
janganlah kau mengharapkanku lagi.
Tiada arti..

No comments:

Post a Comment